Jumat, 26 Agustus 2011

SUKUN (Artocarpus altilis)

Sukun termasuk famili Urticaceae, genus Artocarpus dengan nama latin altilis nama lokal Sukun. Berasal dari daerah pasifik sekitar abad 18 dikembangkan sampai di Malaysia dan selanjutnya berkembang sampai di Indonesia.  
Buah sukun mengandung karbohidrat dan gizi yang tinggi  sehingga mempunyai prospekyang cerah sebagai komoditi  pangan pengganti. Pohon sukun bertajuk rimbun dengan percabangan melebar  ke samping dan tingginya dapat mencapai 10-20 m.  Buahnya berbentuk bulat sampai sedikit agak lonjong,  buah muda berkulit kasar dan buah tua berkulit halus. Warna buah tua berwarna hijau kekuningan dengan berat  dapat mencapai 4 kg per buah. Daging buah berwarna putih krem dan rasanya agak manis dan memiliki aroma spesifik. Pohon sukun memiliki 3 jenis varietas yang dicirikan oleh ukuran buah dan letak kedudukan daun. Jenis varietas pertama dan kedua berukuran buah kecil dan sedang dengan kedudukan daun agak menguncup ke atas, tepi daun bercanggap dengan lekuk dangkal. Jenias varietas lainnya berukuran buah besar dengan kedudukan daun mendatar dan tepi daun mencanggap dengan lekuk dalam.
Syarat-syarat untuk tumbuh kembang Pohon Sukun
1. Altitude : Pohon ini dapat tumbuh pada ketinggian 0-700 m di atas permukaan laut dan yang terbaik pada ketinggian 0-600 m di atas permukaan laut. 2. Iklim : Daerah beriklim basah sampai agak basah dengan rata-rata curah hujan berkisar 1.000-2.500 mm per tahun dan rata-rata suhu udara 21-35 derajat celcius. Iklim mikro yang ideal adalah tempat terbuka dan banyak menerima panas matahari. 3. Tanah : Dapat tumbuh hampir di segala jenis tanah. Pada jenis tanah latosol podsolik merah kuning, tanah berkapur, tanah berpasir, pohon sukun mampu hidup dengan baik. Tidakcocok dikembangkan pada tanah berkadar garam (Na Cl) tinggi).
Cara-cara Pembuatan Bibit Pohon Sukun
1. Pembuatan tempat pembibitan a. Pemilihan lokasi persemaian harus memenuhi persyaratan lapangan yang relatif datar tidak melebihi 5%, dekat sumber air sepanjang tahun, bebas hama penyakit dan dekat dengan lokasi penanaman. b. Pembuatan bedeng persemaian c. Pembuatan bedeng sapih 2. Teknik pembuatan bibit Ada beberapa teknik pembauatan bibit sukun yang biasa digunakan yaitu teknik Okulasi, Cangkok dan Stek akar, namun diantara ketiga teknik tersebut yang paling efektif adalah memakai teknik stek akar karena mampu memproduksi bibit dalam skala besar dibandingkan yang lainnya. Adapun cara memakai teknik ini adalah sebagai berikut: – Akar yang panjang dipotong-potong secara hati-hati dengan gergaji atau golok/ pisau tajam dengan ukuran 15-20 cm yang kemudian dipisahkan menurut ukuran besar, sedang dan kecil. Untuk akar besar dipotong menjadi 2-4 bagian tergantung besarnya akar. – Bahan stek tersebut disusun secara teratur searah pangkalnya dan diletakkan di tempat yang teduh tidak boleh kepanasan. Dari aspek prosentase tumbuh, stek akar berukuran diameter 2,5-3 cm menghasilkan persen jadi lebih tinggi. – Stek akar ditanam sedalam 8 cm, jangan sampai terbalik karena tidak mau bertunas. Pertunasan perakaran dapat dipacu dengan cara pemberian Rootone F pada stek sebelum ditanam. Bibit stek setelah berdaun 3-5 lembar ditanam dalam kantong – kantong plastik yang sudah diisi media dan bila perlu diberi pupuk Gandasil D. – Perawatan selanjutnya penyiraman secara teratur, pengendalian hama penyakit dan penjarangan tunas.
Cara-cara Penanaman Pohon Sukun
1. Persiapan Lapangan : siapkan ukurang lubang tanam 75x75x75 cm atau 60x60x60 cm, yang mana setiap lubang diberi pupuk organik berupa kompos/ pupuk kandang. Jarak tanam antar pohon 14×14 m atau 12×12 m. Apabila menggunakan pola usaha pekarangan, pohon sebaiknya ditanam berjarak minimum 4-5 m dari rumah agar tidak menaungi atap rumah. 2. Waktu Tanam : Penanaman dilakukan sore atau pagi hari pada permulaan musim penghujan yaitu curah hujan sudah cukup merata. 3. Pemupukan : Dianjutkan menggunakan pupuk organik berupa pupuk kandang atau kompos, sebagai tambahan dapat menggunakan pupuk anorganik (urea, TSP, KCl) dengan dosis sebagai berikut: Umur Tanaman Dosis Pupuk (gram)/Batang Pupuk Organik (tahun) Urea TSP KCl 0-1 24-72 42-70 24-36 1 blek 2-5 132-205 48-72 42-72 2 blek 5 lebih 180-300 180-300 180-300 3 blek sumber: Pitoyo Setijo 1992, Budidaya Sukun.
Cara-cara pemeliharaan Pohon Sukun
1. Penyulaman & Penyiangan Penyulaman tanaman mati dilakukan pada saat hujan masih turun pada tahun pertama dan kedua dengan bibit penyulaman setinggi 1 m. Penyiangan dengan cara membersihkan tanaman pengganggu dengan radius 1 m. 2. Pengendalian H2ama & Penyakit a. Hama : – Bagian pupuk tanaman : bekicot, ketam – Bagian batang : Penggerek batang – Bagian daun : Belalang – Bagian Buah : Penggerek buah, Kalong, Tupai dan Kera b. Penyakit : Jamur & Busuk buah
Panen
Umumnya pohon sukun muali berbuah pada umur 3 tahun. Pohon yang produktif rata-rata menghasilkan buah per musim per pohon. Buah sukun mempunyai daging buah tebal, rasanya agak manis dan kandungan airnya tinggi sehingga tidak tahan lama disimpan, paling lama seminggu setelah itu buah akan rusak. Oleh karena itu sukun harus segera diolah menjadi berbagi masakan seperti gaplek sukun, keripik sukun, tepung sukun dan sebagainya. Musim panen biasanya dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari-Agustus, sedangkan potensi buah sukun di luar musimnya relatif sedikit. 
courtesy: Departemen Kehutanan Direktorat Jenderal Rehabilitasi lahan Dan Perhutanan Sosial – Balai Pengelolaan DAS Sampean – Madura