Minggu, 28 Agustus 2011

Wonogiri Termasuk Daerah Yang Belanja Pegawainya Tertinggi


Berita ini diliput di Vivanews mengenai APBD Kabupaten Wonogiri. 73% APBD habis untuk menggaji pegawai negerinya. berikut kutipan beritanya.


VIVANEWS. Alokasi belanja pegawai mulai dirasa memberatkan anggaran baik pusat dan daerah. Untuk mengurangi beban anggaran itu, pemerintah melontarkan wacana pensiun dini.

Sementara daerah juga merasakan beban berat belanja pegawai. Banyak daerah bahkan alokasi anggaran gaji pegawai merupakan pos paling besar dibanding pos belanja yang lain.


Bahkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) memperkirakan 124 daerah di Indonesia memiliki anggaran belanja pegawai lebih besar dibandingkan dengan belanja modal. Ke-124 daerah ini menganggarkan belanja pegawai hingga diatas 60 persen dari APBD-nya.

Berdasarkan data APBD 2010 (per 25 Juni 2010) yang dikutip VIVAnews dari laman Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, memang terlihat banyak daerah porsi belanja pegawai di atas 50 persen. Beberapa kabupaten itu terdapat di provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Barat.

Kabupaten Magetan-Jawa Timur dan Tasikmalaya-Jawa Barat merupakan dua daerah dengan porsi belanja gaji pegawai sebesar 75 persen dari APBD. Belanja gaji pegawai dalam APBD 2010 sebesar Rp500,664 miliar. Sementara total pendapatan daerah itu Rp666,548 miliar. Untuk pendapatan asli daerah (PAD) sendiri hanya Rp45 miliar.

Sementara Kabupaten Tasikmalaya belanja pegawai menghabiskan dana Rp779,805 miliar. Sementara total pendapatan Rp1,039 triliun. Namun PAD daerah ini hanya Rp76,875 miliar.

Selanjutnya kabupaten yang memiliki alokasi gaji pegawai sebesar 74 persen yaitu Kabupaten Boyolali-Jawa Tengah, Klaten-Jawa Tengah, Tanah Datar-Sumatera Barat.

Kabupaten Boyolali menghabiskan belanja gaji pegawai sebesar Rp679,233 miliar. Total pendapatan daerah itu adalah Rp912,315 miliar dan PAD sebesar Rp80,02 miliar.

Sementara Klaten memiliki belanja pegawai Rp760,987 miliar. Klaten memiliki total pendapatan Rp1,025 triliun, sementara PAD sebesar Rp71,371 miliar.

Untuk Kabupaten Tanah Datar, belanja pegawai tercatat Rp378,914 miliar. Kabupaten ini memiliki total pendapatan Rp511,476 miliar dan PAD hanya Rp35,402 miliar.

Daerah dengan belanja pegawai yang besar lainnya yaitu Kabupaten Wonogiri-Jawa Tengah, Purworejo-Jawa Tengah, Solok-Sumatera Barat dengan prosentase 73 persen. Kabupaten Wonogiri belanja pegawai Rp646,044 miliar sementara total pendapatan daerah itu Rp879,303 miliar. Daerah itu memiliki PAD Rp64,818 miliar.

Kabupaten Purworejo memiliki belanja pegawai Rp528,629 miliar. Sementara total pendapatannya Rp720,844 miliar dan PAD-nya hanya Rp60,989 miliar.

Kabupaten Solok dengan total pendapatan sebesar Rp491,083 miliar dan PAD hanya Rp20,637 miliar memiliki belanja pegawai Rp359,743 miliar.

Daerah lain yang memiliki belanja pegawai tinggi yaitu Kuningan dengan prosentase 72 persen. Kuningan memiliki total penadpatan Rp957,575 miliar dan PAD Rp70,927 miliar. Belanja pegawainya mencapai Rp689,855 miliar.

Sama dengan Kuningan, Kabupaten Sragen juga memiliki belanja daerah sebesar 72 persen dari total pendapatan daerah. Belanja gaji pegawai daerah ini Rp566,472 miliar dan total pendapatan Rp788,505 miliar. Sementara PAD 69,398 miliar.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Gamawan meminta kepada daerah agar memiliki terobosan dalam pengaturan anggaran. Menurutnya distribusi anggaran pusat ke daerah setiap tahunnya naik 50 persen. Tahun 2012 saja mencapai Rp 437,1 triliun.

Namun distribusi anggaran tersebut mencapai 83 persen dari total pendapatan daerah. Sementara hanya 17 persen belanja daerah yang dibiayai dari pendapatan asli daerah (PAD). Kemendagri mencatat, hanya 39 persen APBD yang terserap untuk belanja aparatur atau membayar gaji pegawai.

Sumber : Vivanews.com