Selasa, 27 September 2011

Ditarget Miliki 5 Ribu Hektar Lahan Tembakau

Rembang-PT HM Sampoerna selaku pabrikan rokok yang mempunyai inisiatif membentuk demplot tanaman tembakau di Kabupaten Rembang, manargetkan dua tahun ke depan tersedia total 5 ribu hektar lahan budidaya bahan baku utama yang mereka butuhkan .


Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang, Susilo Hadi menyebutkan pada tahap awal di tahun ini seluruh demplot tanaman tembakau seluas 80 hektar, tersebar di Kecamatan Kaliori, Sumber, Rembang, Sulang, Gunem dan Sarang. Semua lahan ditanami dan dipanen dalam waktu bersamaan, hasilnya diketahui sukses. Oleh karena itu target 5 ribu hektar seperti yang ditargetkan diprediksi tak terkendala.


Adapun jenis bibit yang dibudidayakan di Rembang lanjut Susilo Hadi, merupakan silangan dari bibit usul dari Madura dengan varietas lain menyesuaikan dengan kondisi tanah di Rembang dinamakan Marem, perpaduan antara Madura dan Rembang.


Menurut Susilo Hadi, tak semua lahan cocok untuk budidaya tembakau, cenderung lebih pas ditanam di areal tegalan dan perkebunan, karena tanah sedikit terkontaminasi bahan kimiawi. Sementara area pertanian padi yang setiap kali musim tanam selalu bersentuhan dengan bahan kimia, baik pupuk maupun obat anti hama tak bisa untuk budidaya tembakau karena aroma daun akan berbaur dengan unsur kimiawi sehingga tak laku dijual.


Susilo Hadi menambahkan, untuk perlindungan dan kepastian usaha petani dalam mengembangkan tanaman tembakau, pihaknya menekankan kepada perusahaan agar dibuat nota kesepahaman antara dua pihak. Isinya mengatur mekanisme kerja sama, mulai penyediaan bibit hingga pembelian hasil panen.


Dinas Pertanian dan Kehutanan selain mensosialisasikan keuntungan besar yang dicapai petani yang bersedia membudidayakan tanaman tembakau, juga berpesan agar seiring menigkatnya kesejahteraan petani yang menanam tembakau agar jangan sampai mengubah peri laku hidup. Seperti konsumtif, membeli barang yang tidak diperlukan.


Meski tembakau marem merupakan tembakau campuran untuk produk rokok PT HM Sampoerna, namun memiliki nilai jual cukup tinggi. Dari kualitas daun yang dihasilkan dipatok oleh perusahaan dibeli dengan harga terendah Rp 19 ribu dan tertinggi Rp 55 ribu per kilogamnya. Sehingga saat panen dipastikan kantong petani penuh uang karena sekali tanam di lahan seluas 1 hektar, sedikitnya menghasilkan 1 ton daun tembakau tiap kali petik dan maksimal petani bisa memetik hingga delapan kali.