Kamis, 29 September 2011

Entrepreneur Itu Kreatif dan Pantang Menyerah!

Entrepreneur Itu Kreatif dan Pantang Menyerah! Views :1141 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 28 September 2011 13:32
ciputraTopik menarik ini saya kemukakan di Twitter tadi malam (27/ 8). Saya teringat pernah ditanya oleh seorang ibu dalam seminar entrepreneurship di mana saya menjadi pembicara utamanya, "Pak Ciputra, bagaimana kurikulum entrepreneurship di pendidikan dini ke sekolah menengah, sudah dibuatkah? Atau sudah dibuat di Universitas Ciputra?" Demikian pertanyaannya yang dipenuhi antusiasme.

Saya menjawabnya dengan bersemangat. Untuk jenjang SD-SMA, kami sudah memiliki 2 orang konsultan. Sehingga sembari mereka menerapkannya mereka bisa mengajarkannya kepada yang lain sehingga biaya yang dikeluarkan akan kembali. Tapi harus diingat bahwa itu bukan cuma-cuma tetapi adalah biaya dari perusahaan. Dengan menjadi konsultan, mereka juga membantu orang lain untuk sebarkan entrepreneurship. Untuk jenjang universitas, semester 1 hingga 3 sudah ada kurikulum entrepreneurshipnya.

Mengenai bagaimana pembuatan kurikulum entrepreneurship, perlu diketahui bahwa saat kami pertama kali mengajarkan entrepreneurship dalam pelatihan, hanya separuh yang sudah direncanakan dengan baik sebelumnya. Lalu bagaimana dengan sisanya? Sisanya harus kami ciptakan sendiri saat terjun di lapangan. Selama bulan pertama penyelenggaraan pelatihan entrepreneurship, kami ajarkan pada peserta etika bisnis, dasar-dasar berbisnis, integritas, motivasi. Semua itu agar mindset mereka berubah. Akan tetapi itu semua hanya dasar. Di bulan kedua, para peserta pelatihan kami diwajibkan membuat proyek bersama. Dan akhirnya di bulan ketiga semua peserta harus mampu membuat proyek sendiri-sendiri.

Apakah ada panduan / literatur sebelumnya tentang itu? Tidak ada! Kami mencoba untuk melakukannya, menciptakannya sendiri dengan akal dan kreativitas kami. Itu semua karena kami bermental entrepreneur! Kalau sudah dilakukan, tetapi masih ada kesalahan bisa diperbaiki bukan? Dan inilah letaknya kreativitas, yang menjadi sisi kuat seorang entrepreneur. Seorang entrepreneur harusnya jangan sampai berhenti karena tidak ada panduan sebelumnya. Kreatif, kreatif, kreatif!

Kekayaan alam kita (Indonesia) memang banyak tapi suatu saat nanti akan habis. Maka dari itu, kita dan Anda semua harus mulai menggali kreativitas. Lihat saja Singapura, mereka itu bisa bertahan dengan kreativitas, padahal kekayaan alamnya hampir nol. Sementara Cina unggul dengan industri manufacturing, India dengan otak/ software meski ada juga unsur manufacturing.

Pesan saya yaitu janganlah terus menerus andalkan sumber daya alam yang bisa habis. Bangkitlah dengan kreativitas dan daya cipta. Dan saat kita ingin menuju tahapan yang lebih baik tetapi belum tahu caranya, curahkan pikiran kita, jangan berhenti begitu saja. Salam entrepreneur!

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/ciputra-notes-inspirasi/11522-entrepreneur-itu-kreatif-dan-pantang-menyerah.html