Senin, 26 September 2011

Indra Sosrodjojo, Tokoh Bisnis Software Indonesia

PDF Cetak E-mail
Senin, 26 September 2011 09:33
Banyak orang awam mengira bahwa bisnis software di Indonesia masih berusia muda, faktanya sektor bisnis ini di Indonesia sudah berlangsung hampir tiga dekade, dengan Indra Sosrodjojo sebagai salah satu tokoh dalam bisnis software di negeri ini.

indra_0911Andal software, adalah sebuah perusahaan lokal layanan software untuk enterprise. Awalnya bernama PT Grahacendekia Inforindo dan didirikan pada tahun 1988 oleh Indra Sosrodjojo yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Andal software.

Awalnya PT Grahacendekia Inforindo memberikan jasa perancangan sistem, konsultasi manajemen dan software house. Sejalan dengan perkembangan usaha softwarehousenya, maka pada tahun 1992 divisi software memperkenalkan nama dagang “Andal software”. Sejak tahun 1992 Andal software memusatkan bisnisnya pada pembuatan software paket untuk masal.

"Kami sudah menjalankan bisnis ini hampir lebih dari 20 tahun, dan Andal software akan terus berjalan ke depan," ujar Indra Sosrodjojo kepada okezone.

Pria alumni Universitas Trisakti ini juga yakin, meski kondisi pasar saat ini masih didominasi oleh perusahaan software asing, namun potensi pasar perusahaan lokal masih cukup besar.

"Kalau kita melihat jumlah perusahaan software lokal yang saat ini berjumlah sekira 200 ribu, maka optimisme itu bukanlah sesuatu yang muluk," ungkap pria berzodiak Virgo ini.

Mantan pengajar di Binus University menjelaskan bahwa sebenarnya pasar software Indonesia peluangnya cukup besar, sayang banyak yang belum berani resikonya, yang juga besar. "Mereka biasanya baru mengalami kerugian sedikit saja, sudah keburu takut," tandasnya.

Dikatakan pula bahwa Andal software saat ini memiliki 100 klien yang berasal dari bidang pertambangan, perbankan, garmen, hotel, manufakturing dan lain-lain. "Produk-produk Andal software digunakan oleh banyak perusahaan di kota-kota besar, dan Jakarta masih merupakan pusat perusahaan pengguna terbanyak," ungkap ayah dari dua anak ini.

Meski sudah meraup banyak kesuksesan, bukan berarti Andal software tidak memilki masa-masa sulit. "Pada tahun 2002 bisnis kami sempat terpuruk, karena saat itu kami menerapkan model bisnis 'Mass Market --> Enterprise', namun setelah itu kami berhasil bangkit meski membutuhkan waktu tiga tahun," kata pria yang juga hobi menulis blog ini.

Selain itu, Indra juga menegaskan bahwa bisnis enterpreuner dan pedagang (jualan) itu berbeda. "Kalau pedagang itu pasti langsung memikirkan keuntungan jangka pendeknya, sementara enterpreuneur itu lebih bersifat jangka panjang, dan lebih bersifat membangun merek yang berjangka panjang," paparnya.

Dipaparkan pula oleh Indra bahwa pencapaian Andal software tahun 2011 di pasar software lokal naik dua kali lipat dari 2010. "Untuk tahun 2010 pun penjualan kami juga meningkat 70 persen. Hal ini didukung oleh produk-produk kami yang cukup diterima dengan baik oleh para enterprise klien kami," kata Indra.

Untuk tahun 2012 nanti, Andal software berencana untuk terus bereskpansi, dengan menargetkan perusahaan-perusahaan di bidang industry manufacturing. "Target kami ke depannya adalah memiliki 500 klien, itu akan kami kejar 2-3 tahun ke depan," pungkas alumni University of Bridgeport, Amerika Serikat (AS) tersebut.

Melihat Indra Sosrodjojo yang sukses menggeluti bisnis software selama lebih dari 20 tahun, tentunya harus dijadikan pemicu semangat kaum muda, untuk mengikuti jejaknya terjun ke dalam dunia bisnis software. (*/Okezone)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/teknologi-informasi/11430-indra-sosrodjojo-tokoh-bisnis-software-indonesia.html