Senin, 26 September 2011

Kaltim Tampilkan Produksi Bibit Lada Sehat (Lada BioFOB)


SAMARINDA – vivaborneo.com, Satu dari tiga karya wirausaha Kaltim yang akan ditampilkan pada ajang Pekan Nasional (Penas) XIII Petani – Nelayan, 18 – 23 Juni 2011 adalah produksi bibit lada sehat dengan teknologi Bio-FOB. Keunggulan pembibitan lada sehat dengan teknologi Bio-FOB yang dikembangkan Edy Rosman, petani lada asal Kecamatan Samboja ini memiliki sejumlah keunggulan antaralain adalah penghematan materi perbanyakan atau menghasilkan bibit lebih banyak sampai 400 persen, dengan cukup satu ruas berdaun satu konvensional 5 – 7 ruas.

“Keunggulan utama dari bibit lada sehat ini adalah bebas dan toleran terhadap patogen busuk pangkal batang (BPB) dan patogen-patogen lainnya,” kata Edy Rosman, petani lada asal Kecamatan Samboja yang akan menampilkan produknya pada ajang Penas XIII.

Patogen adalah sejenis agen biologis yang menyebabkan penyakit pada inangnya. Patogen merupakan agen yang mengacaukan fisiologi normal hewan atau tumbuhan multiselular.

Di tanaman lada, patogen ini biasanya menyerang seluruh bagian tanaman mulai dari pembibitan sampai dewasa. Bahaya terbesar adalah ketika patogen ini menyerang pangkal batang atau dikenal dengan BPB.

Budidaya dengan bibit lada sehat tehnologi Bio-FOB ini telah terbukti memiliki ketahanan terhadap resiko bahaya dari serangan patogen tersebut.

Keunggulan lain seperti diutarakan Edy Rosman adalah teknik produksi yang sangat sederhana, bisa dipersiapkan dengan cepat dan biaya produksi yang lebih murah dibanding teknologi lain.

Mikroorganisme yang digunakan pun asli Indonesia dan tidak patogenik pada tanaman baik di laboratorium mapun di lapangan.

“Keunggulan lainnya adalah bibit lada organik yang dihasilkan bebas residu bahan kimia,” ungkap Edy Rosman.

Sebelumnya, seperti disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Kaltim HM Nurdin, saat ini Kaltim tengah membangkitkan semangat masyarakat untuk kembali menanam lada. Pada era lalu, Kaltim bahkan sudah cukup dikenal dengan produksi ladanya.

Nurdin bahkan berharap agar Gerakan Nasional (Gernas) Lada dapat kembali dibangkitkan secara nasional bertepatan dengan digelarnya Penas XIII Petani – Nelayan di Kaltim.

Produsen lada utama untuk wilayah Indonesia saat ini adalah Lampung untuk lada hitam dan Bangka Belitung dan Kalimantan Timur untuk lada putih. Di Kaltim, sentra perkebunan lada berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, Berau dan Penajam Paser Utara (PPU). (vb/sam)