Minggu, 25 September 2011

Memijahkan Lele Dumbo


Memijahkan ikan lele merupakan pekerjaan yang bisa dibilang gampang-gampang susah. Gampang karena pada dasarnya ikan lele dumbo yang sudah siap memijah biasanya akan mudah mengeluarkan telur dan dibuahi oleh pejantan. Namun perawatan telur dan burayak ikan lele terkadang memerlukan ketelatenan dan kesabaran tersendiri. Karena burayak ikan lele sangat rentan terhadap kematian dan penyakit.
Bisnis pemijahan ikan lele atau penyediaan bibit menjadi peluang bisnis yang oleh sebagian orang dianggap lebih menguntungkan dibandingkan pembesaran ikan lele. Memijahkan ikan lele tidak memerlukan biaya yang mahal dan waktu panen yang relatif cepat. Terlebih lagi jika pemijahan dilakukan secara alami, akan menghemat biaya produksi.

Pemijahan ikan lele yang biasa dilakukan dilakukan dalam dua cara yaitu cara alami dan cara kawin suntik. Cara alami dilakukan dengan mengawinkan pasangan ikan lele jantan dan betina pada kolam pemijahan selanjutnya lele akan memijah dengan sendirinya. Ikan lele yang sudah siap memijah atau pernah dipijahkan biasasanya bisa dikawinkan dengan cara alami.

Kelenjar Hipofisa Ikan
Kelenjar Hipofisa Ikan

Pemijahan dengan kawin suntik dilakukan dengan menyuntikkan kelenjar hipofisa ikan donor yang dicampur dengan cairan air murni. Ikan donor bisa diambilan dari ikan lele konsumsi maupun ikan mas, sedangkan letak kelenjar hipofisa berada di daerah otak ikan. Selain dengan ikan donor, penyuntikan bisa dilakukan dengan ovaprim yang bisa dibeli di toko-toko perikanan.

Langkah-langhkah Memijahkan ikan lele

1. Siapkan indukan yang siap memijah (matang Gonad).
Ikan lele matang gonad bisa dilihat dari bagian bawah perut ikan, pada lele jantan jika diurut akan keluar cairan putih dan bentuk lebih panjang. Sedangkan pada lele betina bentuk bulat pendek,  jika diurut akan keluar telur . Selain itu lele betina yang siap memijah perut nampak gendut.

Membedakan Jenis Kelamin Lele
Membedakan Jenis Kelamin Lele, Foto http://tonnymichiels21.wordpress.com


2. Siapkan bak pemijahan
Bak pemijahan berukuran 2x3x0.8 meter atau ukuran lain menyesuaikan dengan ukuran indukan yang akan dipijahkan dan situasi. Bak pemijahan bisa menggunakan kolam terpal.

3. Menyiapkan kakaban
Kakaban merupakan media untuk bertelur ikan lele. Kakaban terbuat dari ijuk yang dijepit memakai bambu. Diletakkan di dalam kolam dan diberi pemberat agar tenggelam.

4. Mengisi bak pemijahan dengan air.
Isi bak pemijahan dengan air bersih dan bening, jangan lupa sebelum diisi air , kolam harus dipastikan bersih dan bebas penyakit. Telur ikan dan burayak sensitif terhadap penyakit dan jamur.

5. Memasukkan indukan
Indukan dimasukkan pada kolam pemijahan pada sore hari dan akan memijah pada malam hari. Jika dengan penyuntikan sebelum dimasukkan tentu harus disuntik terlebih dahulu. Jangan lupa menutup bak pemijahan dengan kain hafa/jaring untuk menghindari lele melompat.

6. Mengangkat indukan
Pada pagi hari setelah semua telur menetas, angkat indukan dan pisahkan dari telur. Jika tidak dipisahkan indukan akan memakan telur-telur tersebut. Ganti sebagian air bak dengan air bersih.

7. Perawatan Telur
Telur-telur akan menetas menjadi burayak dalam waktu kurng lebih 4 hari kemudian, selama itu telur-telur yang akan menetas berwarna bening sedangkan yang tidak akan menetas berwarna putih. Buang dan ambil telur-telur yang tidak menetas dengan jaring, sedot dengan selang atau cara lain agar tidak mencemari kolam.

8. Merawat burayak ikan lele
Setelah ikan lele menetas biasanya masih memiliki cadagan makanan dari telur, namun perlahan-lahan akan habis. Saat inilah lele kecil mulai memerlukan makanan dari luar. Beri makan dengan kuning telur ayam/itik rebus yang sudah dihaluskan. Setelah 3 sampai 1 minggu burayak lele harus dipindahkan ke bak lain atau kolam pembesaran. Yang perlu diperhatikan adalah kepadatan populasi dan ketersediaan makanan.

Burayak ikan lele umur satu minggu biasanya sudah ada yang mau membeli untuk dibesarkan namun pasarnya sedikit terbatas. Meski demikian jika ingin menekuni bisnis pemijahan ikan lele, rasanya tidak ada yang tidak mungkin. 



 sumber: buku budidaya ikan