Rabu, 28 September 2011

Mengapa Beternak Ayam Kampung?

Ayam kampung atau dikenal dengan sebutan ayam buras, merupakan ayam lokal asli Indonesia yang sudah dipelihara masyarakat semenjak zaman dahulu.
Di kampung-kampung kita bisa menemukan ayam ini dengan mudah. Biasanya masyarakat memelihara ayam ini sebagai usaha sampingan.

Keunggulan
Sudah menjadi rahasia umum bahwa ayam kampung memiliki banyak keunggulan dari pada ayam jenis lain, terutama dari segi kualitas daging dan telur. Adapun keunggulan dari ayam kampung diantaranya yaitu:
• Memiliki dwifungsi. Bisa diusahakan sebagai ayam pedaging sekaligus petelur.
• Harga jual daging dan telur jauh lebih tinggi dari pada ayam jenis lain.
• Daging lebih gempal dan berotot.
• Meskipun ukuran telurnya lebih kecil namun nilai gizi dan khasiatnya jauh lebih unggul. Di segi rasa telur ayam kampung pun jauh lebih enak dari pada telur ayam ras. Sehingga harga jualnya pun jauh lebih tinggi.

Keuntungan Beternak
Berdasarkan data Ditjen Peternakan, pada krisis ekonomi tahun 1998 populasi ayam buras (kampung) meningkat sebesar 1% dibandingkan tahun sebelumnya. Dan ini jauh berbeda dibandingkan populasi ayam ras yang jauh turun hingga mencapai angka 70%.
Beternak ayam kampung memiliki keuntungan yang sangat jelas. Coba saja bayangkan harga satu butir telur ayam kampung saat ini mencapai Rp.1000 s/d Rp. 2000 per butir. Sementara harga dagingnya berkisar antara Rp.30.000 s/d Rp. 35.000,- per kilogram.

Cara beternak
Beternak ayam kampung tidak sulit. Hanya diperlukan ketelatenan dan kesabaran ekstra, sebagaimana beternak ayam lainnya.
Ada tiga hal penting yang harus benar-benar diperhatikan dalam usaha peternakan ayam ini, yaitu:
1. Pemilihan bibit

Memperoleh bibit ayam kampung sebenarnya tidak begitu sulit. Kita bisa mendapatkan dengan mudah di kampung-kampung yang masyarakatnya masih rajin memelihara ayam. Namun, kita harus telaten memilih bibit yang sehat dan berkualitas baik. Berikut ciri-ciri fisik ayam unggul adalah sbb:
• Bagian tubuh; tidak ada yang rusak atau cacat.
• Pertulangan; kuat
• Perototan; gempal atau berisi, terutama bagian dada dan paha.
• Bulu; susunan bulu teratur rapi, saling menghimpit satu sama lain. Warna bulu terlihat mengkilap dan bersih.
• Suhu Badan; suhu badan normal berkisar antara 41-420C.
• Mata; cerah. Gelang mata segar berwarna kuning kemerah-merahan dan tidak terlihat lemah atau sayu.
• Kepala; berbentuk bulat panjang, tampak kokoh, paruh pendek, tajam dan kuat.
• Berat Badan; berat badan sedang, tidak kurus dan tidak gemuk.
• Jengger; jengger induk ayam jantan berwarna merah menyala.
• Leher dan dada; leher dan dada harus berupa satu kesatuan yang kuat dan kokoh. Leher berukuran sedang tidak terlalu panjang, kecuali beberapa jenis ayam tertentu seperti jenis pelung. Bentuk dada agak montok ke depan lebar dan kuat.
• Dubur; lebar, bulat dan basah.
• Ekor; tidak rusak dari pangkal hingga ujung ekor.

2. Penyiapan kandang
Kandang disiapkan sesuai dengan populasi ayam yang dimiliki. Kepadatan setiap kandang berbeda-beda, sesuai dengan umur ternak ayam yang ada.
• Anak ayam dalam indukan : 30 ekor setiap meter persegi.
• Ayam remaja (belum memasuki masa bertelur) : 14-16 ekor per meter persegi.
• Ayam dewasa yang sudah memasuki umur bertelur : 6 ekor per meter persegi.

3. Penyediaan pakan dan nutrisi
Penyediaan nutrisi merupakan hal yang paling penting dalam usaha peternakan ini. Karena hal ini sangat menentukan kualitas hasil yang diharapkan. Baik untuk ayam pedaging maupun ayam petelur. Pasar ayam kampung masih terbuka lebar. Permintaan akan daging dan telur ayam kampung terus meningkat. Selamat beternak!

Sumber : http://www.anneahira.com/ayam-kampung.htm
Gambar : http://bisnisukm.com/untung-besar-dari-ayam-kampung.html