Jumat, 30 September 2011

STRATEGI PERUBAHAN DAN RESISTENSI


Ketikapersaingan dunia bisnis tidak bisa dihindari maka manajemen perubahan menjadisangat penting diterapkan. Namun demikian dalam kenyataannya proses perubahanyang terjadi tidak selalu mendapat respon positif. Resistensi dari dalamberpeluang terjadi. Terutama dalam hal-hal kebijakan yang menyangkut sisiefisiensi penggunaan tenaga kerja atau rasionalisasi. Termasuk yang adakiatannya dengan manajemen karir dan kompensasi.
        
Manajer perlu memahami mengapa organisasi harus siap menghadapi perubahan:apakah yang bersifat inovatif maupun strategis. Perubahan inovatif adalahperbaikan secara kontinyu di dalam kerangka sumberdaya yang ada. Sementaraperubahan strategis adalah perubahan melakukan sesuatu yang baru. Berdasarkanderajat kedalaman perubahan dan metodenya maka jenis perubahan yang bakalmanajemen hadapi meliputi perubahan rutin, darurat, mutu, radikal, dan kondisimakro.
        
Perubahan inovatif adalah suatu proses yang dicirikan dengan adanya perbaikanapa yang sudah dilakukan. Perbaikan-perbaikan ini menyangkut dalam praktekpekerjaan dan proses, perubahan dalam rancangan, perakitan, distribusi produkatau perubahan dalam manejemen material. Sementara itu perubahan strategikmeliputi : perubahan preferensi pelanggan, ukuran pasar, cara mendistribusikomoditi, cara mempromosi komoditi, perubahan unsur pendukung dan biaya tenagakerja-operasional. Dalam pelaksanaannya, ada dua prosedur perubahan: (a)Prosedur perubahan inovatif yang memungkinkan organisasi memperbaikiefektifitas dengan mutu SDM yang terus dikembangkan; (b) Prosedur perubahanstrategik yang memungkinkan organisasi merubah apa yang perusahaan lakukan dancara melakukannya.
        
Agar resistensi dapat ditekan demi tercapainya keberhasilan suatu programperubahan maka setiap orang harus siap dan mampu merubah perilakunya. Hal inisangat bergantung pada apa yang mempengaruhi perilaku dan apa pula yangmendorong seseorang untuk berubah. Beragam faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku:pengetahuan, kepercayaan, ketrampilan, lingkungan dan tujuan perusahaan. Untuk itu sosialisasiintensif dan penerapan pendekatan partisipasi sangat dibutuhkan.
        
Semua elemenorganisasi penting dilibatkan sejak awal dalam merumuskan syarat-syarat agarperubahan berhasil seperti adanya kerangka perubahan, batasan perubahan yangdiinginkan, target hasil, keterkaitan dengan tujuan perusahaan, komit padakepemimpinan, memahami implikasi perubahan, memilih metode yang benar,melibatkan pemangku kepentingan, menggunakan strategi, dan memantau danmengendalikan proses.

inilah beberapa Catatan penting untuk kita renungin bersama dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab masing dalam rangka menciptakan suatu perubahan Hakiki....perubahan tdk selamanya berasal dr yg merancang tpi juga bisa datang dr yg melaksanakannya.......