Rabu, 05 Oktober 2011

Cara Membuat Dinding Pasangan Bata atau Dinding Pasangan Bata Merah

Metode Pelaksanaan Pembuatan Dinding Batu Bata
Untuk metode pelaksanaan pembuatan dinding bata meliputi pelaksanaan pekerjaan setelah pemilihan bata. Karena pelaksanaan pekerjaan pembuatan dinding bata atau pemasangan dinding bata berhubungan langsung dengan pekerjaan yang lain maka keberhasilan pada tahap ini akan mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan pekerjaan lainya dan secara umum akan mempengaruhi hasil dari rumah anda.
Secara umum dinding bata ini menyangkut aspek pekerjaan arsitektural dan aspek pekerjaan structural. Dengan bahasa yang sangat mudah diartikan jika pelaksanaan pekerjaan bata ini jelek maka arsitektur rumah anda atau tampak dari rumah anda menjadi jelek (misal tembok yang miring, tidak rata atau retak-retak) sedangkan aspek strutural maka kesalahan pelaksanaan pada rumah anda akan menjadikan kekuatan rumah anda berkurang. Sebenarnya pekerjaan pemasangan dinding bata memang hal yang cukup sederhana di mana pekerjaan tersebut sudah menjadi kebiasaan tukang, akan tetapi hal yang tidak kalah pentingnya adalah detail pertemuan dinding bata dengan komponen yang lainya.
Baiklah karena arti pentingnya hubungan antara pasangan dinding bata dengan komponen yang lainya, maka kita akan sajikan beberapa ilustrasi pelaksanaan pasangan bata beserta koneksi dengan komponen rumah yang lainya, yaitu :

Gambar 43.1 detai  cara pemasangan batu bata
Saya kira ilustrasi GAMBAR 43.1 di atas sudah cukup jelas kan…….(ya walaupun sudah cukup jelas tetapi ternyata tidak cukup jelas diblog ini sambil mencari ilustrasi yang jelas gambar tersebut dicetak dulu ya....jelas kok)

Lha yang dibawah ini lebih detail hubungan antara pasangan bata dan komponen yang lainya …

Gambar  43.2 Detail cara pemasangan batu bata
1.  Pembaca sekalian, bagian yang penting kali ini adalah hubungan antara kolom praktis (tiang beton) dengan dinding bata, dimana supaya menjadikan ikatan yang kuat antara dinding bata dengan kolom maka dibuat jangkar/angkoer (lihat gambar 43.2) dengan besi diameter 10 sepanjang minimal 40 cm dan jarak tiap 6 lapis bata.
Nah sekarang kita tayangkan kerusakan dinding akibat gempa yang disebabkan karena kurang baiknya hubungan antara dinding dengan kolom atau kita sebut juga kurang baiknya penjangkaran antara dinding dengan kolom.

Gambar 43.3 gempa padang panjang 2004

 dan gambar 43.4 gempa sumbar 2009
Lihat garis lingkaran merah tentunya anda tidak inginkan rumah anda seperti itu kan, retakan antara dinding dan kolom ini sebab utamanya adalah buruknya koneksi antara kolom dan dinding bata. Cara mengatasi sebelum kejadian gempa diantaranya adalah membaguskan kwalitas rekatan antara pertemuan dinding bata dengan kolom praktis dan menambah angkoer atau penjangkaran seperti disebut gambar 43.1, 43.2 . 



Gambar 43.5
2.  Nah yang ini juga penting banget, luas pasangan bata maksimal 12 m2 harus diikat oleh beton. Artinya perkalian antara a dan b (lihat gambar 43.5) di atas ini harus kurang dari 12m2 .Misalnya jika panjang a=3 meter dan jika b=3 meter maka luasan dinding bata 9meter persegi maka tidak perlu kolom tambahan (dalam gambar 43.5, garis merah), akan tetapi jika panjang a=4 meter dan b=4 meter maka luasanya adalah 16 meter persegi. Nah pembaca kalau luasanya 16 meter persegi maka harus ada kolom tambahan (lihat gambar “kolom tambahan, kolom warna merah”)
“Nah sebagian literatur menyebutkan 9 meter persegi dan bukan 12 meter persegi” rumahdangriya sendiri cenderung pada aturan yang mewajibkan tiap 9 meter persegi luas dinding bata harus diikat atau diframe dengan beton.



Gambar 43.6
Perhatiakan gambar 43.6 di atas pembaca, dinding rumah ini roboh akibat gempa bumi akan tetapi dapat anda saksikan bahwa kolom praktis (tiang beton) masih utuh berdiri menyangga bangunan. Walaupun rumah ini masih berdiri akan tetapi cukup seramkan jika ini terjadi pada rumah kita. Pada gambar di atas Nampak sekali bahwa dinding bata terpisah dari kolomnya, kenapa bisa terjadi demikian……?Sangat dimungkinkan bahwa pertemuan antara dinding dengan kolom (tiang beton) kurang baik, artinya bahwa antara dinding bata dengan kolom seakan-akan berdiri sendiri, maka ketika terjadi gempa keduan komponen bangunan ini (dinding dan kolom) terpisah dan sangat dimungkinkan bahwa karena luas dinding yang lebih dari ketentuan standar (9 meter persegi) maka ketika terjadi gempa dinding tersebut roboh. Nah cara yang telah dipaparkan diatas semoga dapat mengatasi permasalahan tersebut.



Gambar 43.7 GEMPA SINGKIL
Pada gambar 43.7 ini secara visual tidak lah beda kerusakanya dengan gambar 43.6. dan sangat-sangat dimungkinkan bahwa penyebabnya adalah sama juga, apa hayo…….Ya penyebabnya detail pertemuan antara dinding dan kolom tidak bagus dan juga kurangnya kolom praktis (tiang beton). 




Gambar 43.8 Kondisi rumah rusak akibat gempa di Kec. Muara Sipongi. (Koordinat 99oo 34'47” LU) 55'30” BT; 0
Garis merah pada gambar di atas (gambar 43.8) memperlihatkan kolom beton (tiang beton) yang masih utuh akan tetapi kolom ini terlepas dari dinding bata. Anda sudah pasti tahukan apa sebabnya….ya anda betul, karena koneksi antara dinding bata dan kolom beton tidak bagus. Nah sekarang garis yang biru pada gambar di atas (gambar 43.8), kolom pada bagian ini sampai bergeser dan hancur pada bagian pertemuan antara kolom beton dan balok beton (ring balk),  yang ini sebabnya karena detail pertemuan antara balok dan kolom yang tidak benar, di mana biasanya besi sambungan lewatan antar pertemuan tadi tidak cukup panjang. (lihat pada posting sebelumya tentang detail sambungan yang benar)




Gambar 43.8
Kalau yang ini cukup jelaskan kenapa dinding rumahnya roboh semua, coba anda amati lebih detail, diperbesar jika perlu atau di zoom jika anda menginginkan. Tahu kan penyebabnya…ya anda benar sekali, pada rumah di atas tidak kita dapati beton bertulang sama sekali. Tidak ada tiang beton, tidak ada sloof beton, tidak ada balok beton  keliling. Apa yang terjadi jika ketika penghuni di dalam rumah ada di dalam dan ketika itu terjadi gempa, kira-kira cukup waktu ngak yaaa untuk keluar rumah??????Banyak kejadian gempa yag terjadi hanya dalam tempo sekian detik dan tidak sampai satu menit. Penulis sendiri pernah merasakan kejadian gempa dimana karena goncangan gempa yang besar berlaripun terlepar kesana dan kemari dan belum sampai keluar rumah gempa sudah berakhir. Pembaca, karena arti pentingya rumah bahkan sebagai perlindungan pertama ketika terjadi gempa, maka sangat disarankan konstruksi rumah anda di bangun sesuai dengan kaidah yang ada. Semoga sedikit tulisan ini dapat menjadikan manfaat

Catatan rumahdangriya :
1.   Apa yang telah tergores dari tulisan-tulisan di atas sama sekali tidak menafikan adanya sebab di atas sebab, dimana segala ilmu yang ada pada manusia hanya sekedar usaha dan kita mengharapkan hasil sebagaimana yang kita inginkan, akan tetapi ada dzat yang maha berkehendak dalam segala hal, ada dzat yang merupakan sebab di atas sebab dan bahkan merupakan seutama-utamanya sebab. Maka semuanya terjadi atas ijin NYa.
2.   Barang kali terdapat nukilan atau foto yang yang telah penulis ambil tanpa didahului ijin maka apa yang dinukil bukanlah hak penulisa sama sekali