Senin, 03 Oktober 2011

Jangkar Dipilih Logo Baru PSIR

Rembang-Seiring pengelolaan PSIR secara profesional oleh perusahaan, maka otomatis loggo tim juga diganti. Padi dan kapas yang semula menjadi lambang tim diganti jangkar. Hal tersebut disampaikan Bupati Rembang, H Moch Salim selaku penasehat tim PSIR dalam kegiatan gathering di tempat wisata Dampo Awang Beach Taman Rekreasi Pantai Kartini (DABTRPK) Rembang, Minggu malam, saat merayakan dua kemenangan tim PSIR menjalani pertandingan uji coba.

Moch Salim yang memiliki gagasan mengganti loggo baru pada kesempatan tersebut menjelaskan, dipilihnya jangkar karena menurutnya menjadi gambaran umum Rembang sebagai kota nelayan, melambangkan kekokohan, ketegaran dan kekuatan.

Oleh karena itu setelah loggo jangkar menjadi lambang tim, Moch Salim menghendaki PSIR menjadi kokoh kuat dan menyatu. Baik antara jajaran direksi, manajemen, tim pelatih dan pemain, berjuang bersama-sama menggapai prestasi yang membanggakan nama Kabupaten Rembang.


Ditambahkan, jajaran direksi dan manajemen juga diminta untuk cermat mengatur keuangan, karena sekarang tak lagi disuport APBD, sehingga jangan sampai mengeluarkan uang secara sia-sia. Sumber pendapatan terus digali termasuk mengandeng sponsorship dan berusaha menjadikan sepakbola menjadi industri layaknya tim-tim sepakbola luar negeri.


Sementara Maliki selaku manajer utama tim PSIR kepada pemain berpesan agar berlaku profesional, baik saat mengikuti program latihan fisik, taktik dan strategi serta saat dibangku cadangkan. Karena tim pelatih tentu menyiapkan skema permainan yang bebeda dalam setiap pertadingan yang dijalani, baik yang terpilih atau tidak jangan sampai muncul praduga pelatih berlaku like atau dislike.


Terpisah Direktur Administrasi PT Bina Putra Allam Persada, Charis Kurniawan menjelaskan, sampai kini pihaknya belum memperoleh kepastian terkait level 2 kompetisi tahun 2011, baik jumlah tim yang mengikutinya, batas waktu verifikasi persyaratan administrasi, susunan tim maupun kick off. Karena itu pihaknya juga kebingungan dalam melakukan kontrak pemain, karena dari tim pelatih dan divisi tekhnik serta manajemen tim belum bisa memastikaan berapa banyak pemain yang mesti direkrut.


Namun demikian tambahnya, beberapa pemin potensial yang menjadi pilihan Jorge Amaya pelatih kepala PSIR, sudah diikat dengan kontrak. Sementara lainnya sedang dalam penjajakan kerja sama dan masih terus membuka lowongan, khususnya posisi penjaga gawang dan penyerang, sembari menunggu pengumuman waktu pendaftaran pemain yang ditetapkan oleh PSSI.