Minggu, 02 Oktober 2011

Mencegah Terorisme bukan Semata Tugas Aparat Keamanan

Rembang-Jajaran aparat kemanan mengakui ancaman terorisme di tanah air ada dan perlahan tetapi pasti pelakunya makin sulit terdeteksi karena leluasa menyusup di tengah kehidupan masyarakat. Proses pembauran tanpa sedikitpun dicurigai, membuat mereka juga bebas setiap saat melakukan aksi teror.


Hal teraebut disampaikan Komandan Korem 073 Makutarama Kolonel Inf Goerge Elnadus Supit disela kunjungan kerja di Kodim 0720 Rembang, hari Jumat. Menurutnya pelaku teror bisa jadi orang yang sudah dikenal baik oleh lingkungannya, karena tak ada yang pernah merasa curiga kepadanya.


Prajurit karier kelahiran Manado itu lebih lanjut mengatakan, tugas mencegah terorisme bukan semata tugas aparat keamanan yakni TNI dan Polri serta pemerintah, melainkan tugas bersama termasuk dalam hal ini masyarakat. Warga hendaknya mencurigai setiap adanya pendatang baru di lingkungannya.


Alumni Akmil tahun 1985 itu menambahkan, dalam kunjungan kerjanya ke semua Makodim di wilayah kerja Korem 073 Makutarama, ditekankan tugas militer saat ini dalam penguasaan dan melindungi teritorial tempatnya bertugas agar kondusif. Caranya yakni melakukan cegah dini sehingga bentuk-bentuk ancaman gangguan keamanan dapat ditangani sebelum melebar dan meluas.


Militer berpangkat Kolonel yang sebelumnya menjabat Asops Kodam Jaya menegaskan, upaya tepat untuk mencegah bentuk-bentuk upaya merongrong persatuan dan memecah belah kerukunan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernwgara, bisa berjalan efektif melalui komunikasi sosial (komsos). Anggota TNI harus berbaur dan menyatu dengan semua lapisan masyarakat dan selalu aktif mengetahui adanya perubahan-perubahan dalam kehidupan bermasyarakat.