Selasa, 04 Oktober 2011

PELUANG BISNIS OTOMOTF: KACA HELM

 
Selasa, 04 Oktober 2011 | 13:23  oleh Fahriyadi, Handoyo
PELUANG BISNIS OTOMOTF: KACA HELM
Mendulang laba dari penjualan kaca helm

Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) pada helm membawa berkah bagi pedagang kaca pengaman helm. Mulai dari kelas distributor hingga kelas kaki lima mendulang laba dari kaca helm itu. Selain laba menggiurkan, ceruk pasarnya pun makin terbuka lebar karena jumlah pengguna sepeda motor terus bertambah.

Pertumbuhan jumlah sepeda motor yang kian besar, tidak hanya membawa berkah bagi pedagang helm. Pedagang kaca pengaman helm atau kaca helm pun ikut menikmati.

Lihat saja rezeki yang diperoleh perusahaan dagang Indo Makmur, salah satu importir dan distributor kaca helm di Jakarta. Perusahaan yang berdiri sejak 2010 lalu itu kini rutin mengimpor kaca helm dari Singapura.

Selanjutnya, Indo Makmur memasarkan kaca helm itu melalui pedagang aksesori sepeda motor, baik yang membuka toko atau sekadar lapak kaki lima di kawasan Jabodetabek.

Konsumen kaca helm itu tentu pemilik helm. Mereka mengganti kaca helm karena banyak alasan, seperti kaca helm sudah retak, pecah, hilang, atau tidak sesuai dengan aturan pemerintah.

"Ketatnya aturan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada helm ikut mendorong usaha kami," kata Novayani, Manajer Operasional Indo Makmur.

Selain dukungan kebijakan pemerintah, distributor kaca helm juga menikmati laba dari pembeli yang ingin tampil modis dengan mengganti kaca helm. "Pasar kaca helm juga semakin tumbuh karena ada yang ikut tren," tambah Novayani.

Walaupun baru berdiri satu tahun lalu, perusahaan ini bisa menjual hingga 1.600 pieces kaca helm per bulan. Dari hasil penjualan itu, Indo Makmur meraup omzet hingga Rp 16 juta per bulan.

Setiap kaca helm yang dijual, Indo Makmur membanderolnya Rp 10.000. Namun, harga itu bukan untuk pembelian eceran, melainkan hanya untuk pembelian dalam jumlah banyak. "Minimum pembelian 200 pieces," terang Novayani.

Dari banyak jenis kaca helm, Indo Makmur hanya menjual satu jenis, yaitu kaca untuk helm jenis half face. "Wajar karena helm half face paling banyak digunakan," kata Noviyani

Keuntungan menjadi distributor kaca helm seperti yang dilakukan Indo Makmur ternyata cukup menggiurkan. Novayani bilang, tahun lalu perusahaan tempat ia bekerja mendapat laba hingga 30% dari total penjualan produk.

Nikmatnya menjadi distributor kaca helm juga dirasakan Johan Pawan, distributor kaca helm di Makassar, Sulawesi Selatan. Lewat nama usaha Sinar Agung, Johan merintis berdagang kaca helm sejak 2002 silam.

Ia mengaku menjadi pedagang kaca helm karena tawaran labanya yang menggiurkan. "Margin dari menjual kaca helm itu bisa 20%-50%," terang Johan.

Pasar kaca helm di Makassar tidak jauh berbeda dari Jakarta. Penjualan kaca helm di Makassar terdongkrak usai SNI berlaku.

"Penjualan saya tahun ini naik 60% dari tahun lalu," terang Johan. Namun, dia menolak menyebutkan omzet penjualannya itu.

Wilayah pemasaran Johan selain di Makassar, juga menjangkau hingga Maluku, Palu, dan Kendari. "Sekitar 80% pembeli saya adalah pedagang kaca helm di daerah," terang Johan.

Selain menjual grosiran, Johan juga menjual kaca helm secara eceran. Soal harga, Johan menjual dengan harga yang beragam, mulai dari harga Rp 15.000 per piece hingga Rp 70.000 per piece, tergantung jenis kaca helmnya.

Selain menjual kaca helm jenis half face, Johan juga menjual kaca untuk helm full face yang harganya tentu bisa lebih mahal. "Jika yang membeli pedagang, saya menjual dengan harga spesial, lebih murah," terang Johan yang mengaku hanya mampu menjual 500 kaca helm per bulan.

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/79038/Mendulang-laba-dari-penjualan-kaca-helm