Senin, 03 Oktober 2011

Raperda Perubahan APBD Disahkan

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lamongan tahun anggaran 2011, akhirnya disetujui untuk kemudian disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Persetujuan itu seperti disampaikan juru bicara Badan Anggaran (Banggar) , Mustain, saat menyampaikan laporan Banggar di gedung Dewan setempat, Senin (3/10).
Seperti yang telah disampaikan Mustain, komponen Pendapatan Daerah tahun anggaran 2011 yang semula ditetapkan sebesar Rp 1.173.178.327.600 setelah perubahan menjadi sebesar Rp 1.306.304.930.944, sehingga mengalami kenaikan sebesar Rp 133.126.603.344. “Perubahan itu dipengaruhi beberapa komponen. Diantaranya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang semula ditetapkan sebesar Rp 103.335.720.800, setelah perubahan menjadi sebesar Rp 106.222.830.724, sehingga mengalami kenaikan sebesar Rp 2.887.109.924,” ujarnya.

Kemudian komponen Belanja Daerah yang semula Rp 1.213.856.065.963, setelah perubahan menjadi Rp 1.384.783.340.809, atau naik Rp 170.927.274.846. Sehingga defisit anggaran sebelum perubahan yang semula ditetapkan sebesar Rp 40.677.738.363, setelah perubahan menjadi sebesar Rp 78.478.409.865.78, atau mengalami kenaikan sebesar Rp 37.800.671.502.78.

Selanjutnya, kata Mustain, komponen pembiayaan netto yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 40.680.943.550, setelah perubahan menjadi sebesar Rp 78.478.409.865.78. Sehingga mengalami penambahan sebesar Rp 37.797.466.315.78. Dari perhitungan tersebut, sisa lebih pembiayaan anggaran sebelum perubahan yang semula ditetapkan sebesar Rp 3.205.187, setelah perubahan menjadi nol.

“Terhadap kenaikan target PAD di beberapa SKPD, Banggar memberikan apresiasi. Namun, saya tekankan agar kenaikan target tersebut betul-betul direalisasikan secara konkrit melalui optimalisasi kinerja dan sumber daya yang ada dengan diimbangi pengawasan yang ketat,” tandasnya.

Sementara itu dalam mencegah terjadinya bencana banjir yang kerap kali melanda Lamongan seiring datangnya musim penghujan, Bupati Fadeli dalam sambutannya menegaskan, telah membuat langkah-langkah persiapan dan antisipasi sejak dini. Diantaranya dengan cara melakukan normalisasi tempat penampungan air dan saluran air. Diantaranya melalui pengerukan waduk, sungai, dan rawa. “Langkah antisipasi tersebut sangat diperlukan agar masyarakat Lamongan disekitar Bengawan Jero tidak menjadi langganan banjir setiap tahun,” katanya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman dewan terhadap semua pandangannya, atas saran dan juga kritikannya melalui Banggar yang disampaikan dalam Rapat Paripurna ini. Seperti pada tahun sebelumnya sektor pertanian yang tetap menjadi unggulan meskipun ditengah ancaman hama dan kekeringan telah memunculkan varietas unggulan yaitu berupa Inpari. Semoga citra Lamongan sebagai lumbung padi terbesar di Jawa Timur tetap terjaga” pungkasnya.